COLOMBO, Sri Lanka, Dec. 9 -- Sri Lanka Broadcasting Corp. issued the following news:
Dalam upaya pemulihan ekonomi pasca-krisis, Sri Lanka secara mutlak harus memperkuat pariwisata sebagai strategi utama mengumpulkan devisa negara. Sektor pariwisata, yang secara historis menjadi salah satu sumber pendapatan mata uang asing terbesar, menawarkan jalur tercepat menuju likuiditas dan penciptaan lapangan kerja skala besar, memberikan dorongan vital bagi ekonomi yang sedang kesulitan. Namun, untuk mencapai potensi penuhnya, Sri Lanka memerlukan strategi utama yang terfokus dan inovatif.
Strategi utama mengumpulkan devisa negara melalui pariwisata harus dimulai dengan diversifikasi pasar. Bergantung pada beberapa pasar sumber tradisional saja menciptakan kerentanan. Sri Lanka perlu secara agresif menargetkan wisatawan dari pasar yang sedang berkembang di Asia Timur dan Eropa Timur, selain pasar inti Eropa Barat dan India. Diversifikasi ini akan memperkuat ketahanan sektor pariwisata terhadap gejolak ekonomi atau politik di satu wilayah tertentu.
Langkah penting dalam strategi utama ini adalah meningkatkan citra Sri Lanka pasca-krisis dan mengatasi persepsi negatif terkait kerusuhan sosial ekonomi yang pernah terjadi. Kampanye pemasaran global yang efektif harus menekankan stabilitas yang baru ditemukan, keamanan, dan keramahtamahan otentik yang selalu menjadi ciri khas negara tersebut. Promosi pariwisata harus fokus pada pengalaman unik, seperti wellness (kesehatan dan kebugaran), warisan budaya (UNESCO sites), dan ekowisata.
Investasi pada Infrastruktur dan Kualitas Layanan
Untuk memperkuat pariwisata sebagai strategi utama mengumpulkan devisa negara, investasi pada infrastruktur vital dan kualitas layanan harus menjadi prioritas. Meskipun keindahan alam Sri Lanka tidak tertandingi, kualitas konektivitas (jalan dan transportasi domestik), serta standar akomodasi dan keramahan, harus ditingkatkan secara konsisten. Pelatihan dosen terampil di sektor pendidikan perhotelan adalah kunci untuk memastikan standar layanan kelas dunia.
Selain itu, strategi utama ini harus mencakup pengembangan produk pariwisata yang berkelanjutan dan etis. Sri Lanka harus mempromosikan ekowisata dan praktik pariwisata yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. Ini menarik segmen wisatawan cerdas yang bersedia membayar harga premium untuk pengalaman yang etis, sehingga meningkatkan pendapatan devisa per wisatawan.
Tantangan sosial ekonomi yang dihadapi Sri Lanka, seperti migrasi guru dan dosen terampil, juga dapat memengaruhi pariwisata jika kualitas layanan menurun. Oleh karena itu, strategi utama memperkuat pariwisata harus bekerja sama dengan sektor pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menjamin pasokan tenaga kerja terampil yang stabil di bidang perhotelan dan jasa terkait.
Mendukung Bisnis Kecil dan Devisa Lokal
Pariwisata memiliki potensi unik untuk mengumpulkan devisa negara secara luas dengan mendukung sektor bisnis kecil dan menengah (UKM). Strategi utama harus memastikan bahwa pendapatan devisa didistribusikan ke tingkat akar rumput, seperti penyedia akomodasi butik, pemandu lokal, dan pengrajin. Ini dilakukan melalui promosi Homestay, kerajinan tangan, dan pengalaman budaya otentik yang secara langsung memberikan penghasilan dalam devisa kepada masyarakat lokal.
Dengan strategi utama mengumpulkan devisa negara yang fokus pada diversifikasi, kualitas, dan keberlanjutan, Sri Lanka dapat secara efektif memperkuat pariwisata dan mengubahnya menjadi mesin yang andal untuk pemulihan ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang.
Disclaimer: Curated by HT Syndication.